RSS
Container Icon
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Jenis Cabai dan Manfaatnya Untuk Masakan Serta Kesehatan


Cabai atau cabe adalah bumbu yang pasti ada di dapur. Buah si pembuat rasa pedas ini memang disukai banyak orang dan sudah seperti bumbu wajib di banyak jenis masakan. Bisakah Anda menyebutkan apa saja jenis cabai dan manfaatnya?

Jika Anda biasa hanya mengenal beberapa jenis cabai seperti cabai merah, cabai hijau, cabai keriting, dan cabai rawit, di dunia pertanian cabai-cabai itu memiiliki nama dan jenis yang lebih spesifik. Yang pertama adalah cabai jenis TM 88 dan TM 99. Keduanya adalah jenis cabai merah keriting hibrida yang memiliki derajat pedas yang paling tinggi dibanding cabai sejenisnya.

Jenis yang kedua adalah CTH 01, yaitu cabai kriting hasil single cross dua tanaman cabai. Kemudian ada juga jenis F1 Arimbi yang merupakan hasil single cross dua tanaman induk penghasil cabai merah besar berdaya tahan tinggi. Kedua jenis cabai ini perawatannya cukup mudah .

Selanjutnya ada cabai jenis cakra hijau dan cakra putih. Cakra hijau merupakan cabai rawit favorit petani karena masa panen yang lebih singkat sekitar 80-85 hari. Cabai ini memiliki citarasa sangat pedas di kelompok cabai rawit. Sedangkan cakra putih adalah merupakan cabai rawit yang berfisik kuat dan bercabang banyak. Kedua jenis ini dapat ditanam didataran rendah maupun tinggi. Bahkan Anda bisa mencoba menanamnya sendiri di pekarangan rumah.

Dan selain memberikan rasa pedas pada masakan, cabai juga mempunyai beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh antara lain mengandung vitamin C dan A, mengandung zat capsaicin yang bisa menambah napsu makan dan mencegah stroke, menurunkan kadar kolestrol dan sebagai antibiotik alami, membantu pembakaran kalori hingga 25%, dan emberikan kalsium dan fosfor bagi tubuh. Meski begitu, sebaiknya jangan mengonsumsi cabai dalam jumlah terlalu banyak.
Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Prosedur Penetapan Berat Volume Tanah

Alat dan Perlengkapan: pinggan kecil, lilin, gelas ukur 50 ml, pipet ukur, timbangan analitik, termometer, kuas, benang, dan gelas arloji.

Bahan: bongkah tanah kering udara

Cara kerja:
1. Ambil sebongkah tanah yang menyerupai bulatan dan dapat masuk secara longgar ke
dalam gelas ukur 50 ml. Bersihkan permukaan bongkah dengan kuas secara merata dan
hati-hati. Kemudian ikatlah dengan benang dan sisakan kira-kira 15 cm untuk
penggantung, alasi gelas arloji dan timbang (misal a gram).
2. Cairkan lilin dalam pinggan sampai encer, kemudian periksa dengan termometer,
pada saat suhu lilin mendekati 60 derajat celcius, celupkan bongkah tanah tadi,
kemudian angkat dan biarkan tergantung sampai lilin mengeras dan menyelimuti
bongkah tadi secara sempurna.

3. Setelah lilin mengeras dan tidak lengket, dengan dialasi gelas arloji yang sama,
timbanglah bongkah tersebut (misal b gram).
4. Isilah gelas ukur 50 ml dengan air suling pada volume tertentu (misal p),
masukkan bongkah berlilin kedalamnya. Isilah pipet ukur 10 ml dengan air suling
tepat pada volume 10 ml, kemudian dengan pipet ukur tersebut tambahkan air
suling kedalam gelas ukur sampai volume tertentu pada gelas ukur (misal q ml),
dan catatlah pengurangan air suling di dalam pipet ukur (misal r ml).
5. Hitung berat volume tanah dengan rumus sebagai berikut:
- berat bongkah tanah kering mutlak = 100/(100+kadar lengas)x a gram
- volume bongkah tanah = (q-r-p)-((b-a)/0,87)ml
- berat volume tanah = berat tanah kering mutlak/volume bongkah tanah
Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Menetapkan Kadar Lengas Tanah

Dalam melakukan sebuah penelitian terkadang kita diharuskan melakukan uji kadar lengas tanah untuk mengetahui kandungan air yang terdapat dalam pori tanah. Didalam tanah, air berada di dalam ruang pori diantara padatan tanah. Jika tanah dalam keadaan jenuh air, semua ruang pori tanah terisi oleh air. Selanjutnya jika tanah dibiarkan mengalami pengeringan, sebagian ruang pori akan terisi udara dan sebagian lainnya terisi air. Dalam keadaan ini tanah dikatakan tidak jenuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan lengas dalam tanah antara lain, anasir iklim, kandungan bahan organik dan lempung tanah, relief, dan bahan penutup tanah. Kadar lengas merupakan salah satu sifat fisika tanah untuk mengetahui kemampuan penyerapan air dan ketersediaan hara pada setiap jenis tanaman.

Berikut ini cara penetapan kadar lengas tanah yang cukup sederhana:
* Alat dan Perlengkapan : Botol timbang, timbangan analitik, oven dan desikator
* Bahan : contoh tanah kering udara 0,5 mm
* Cara Kerja :

1. Timbang botol timbang kosong dengan tutupnya (misal beratnya a gram)
2. Masukkan contoh tanah kering udara 0,5 mm kira-kira separuh volume botol
timbang, kemudian timbang beratnya (misal beratnya b gram)
3. Dengan tutup terbuka, masukkan botol timbang tersebut ke dalam oven pada suhu
105-110 derajat celcius selama minimal 4 jam berturut-turut
4. Setelah selesai mengerjakan langkah no. 3, masukkan botol timbang dan isinya
ke dalam desikator, setelah dingin (kurang lebih 10 menit) botol timbang
ditutup untuk menghindari penyerapan kelengasan disekitarnya, kemudian
ditimbang (misal beratnya c gram)
5. Hitung kadar lengas dengan rumus sebagai berikut:
Kadar lengas media tanam = ((b-c)/(c-a))x100%
Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Mengukur Luas Daun

Cara mengukur luas daun memang agak sedikit rumit. Tergantung dari bentuk daun itu sendiri. Untuk daun yang pola nya sederhana epx(daun pisang, daun lengkuas, daun bambu) lebih mudah ketimbang daun yang pola nya rumit exp(daun ketela, daun yodium, daun ganja, daun pepaya dll).

Cara yang dapat dilakukan, dan menurut saya ini cukup simpel (hal yang pernah saya lakukan saat penelitian). Sebelumnya sediakan peralatan dan bahan sebagai berikut:
1. Daun yang akan diukur luasnya.
2. Kertas standart, bisa menggunakan kertas hvs yang kualitasnya bagus.
3. Pensil.
4. Timbangan dengan akurasi tinggi (sebaiknya gunakan timbangan elektrik).
5. Gunting atau alat pemotong kertas yang lain, bisa cutter.
6. Alat tulis untuk mencatat.

Prosedur pengukuran:
1. Siapkan daun yang akan diukur, letakkan diatas kertas hvs.
2. Dengan pensil, gambarlah bentuk daun tersebut. Anda harus teliti pada tahap ini.
3. Setelah gambar terbentuk, kemudian potonglah kertas tadi sesuai dengan pola gambar.
4. Timbang bentuk daun dari kertas yang sudah dipotong sesuai pola tadi, misal didapat x=120gr.
5. Sekarang siapkan kertas untuk kalibrasi. Disini tujuannya akan membandingkan berat jenis kertas terhadap berat kertas berpola daun tadi.
6. Misal potong kerta ukuran 10 x 10 cm (terserah anda), kemudian timbanglah kertas tersebut, misalnya didapat y=80gr.
7. Sekarang kita memiliki data kertas dengan ukuran 10 x 10 cm atau sama dengan 100cm2 dengan berat sebesar 80gr. Data kedua, kita memiliki kertas seberat 120gr, tetapi tidak tahu berapa luasnya.
8. Kita buat formula 100cm2=80gr, maka 1gr=100/80cm2.
Atau 1gr=5/4cm2.
9. Sekarang kita hitung perolehan berat pola tadi yaitu 120gr. Jika 1gr=5/4cm2, maka 120gr=120 x 5/4cm2 = 150 cm2
10. Selesai...
Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS